Dalam dunia virtual kita telah mengenal istilah kecerdasan buatan, namun sebenarnya apa sih itu. Dalam wikipedia dijelaskan bahwa kecerdasan buatan adalah kecerdasan entitas ilmiah, suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Namun kita mungkin sering bingung dan cenderung untuk mengambil definisi yang dilontarkan Andreas Kaplan dan Michael Haenlein yang lebih spesifik yaitu kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan tepat, kemudian mempelajari data tersebut dan menggunakannya untuk mencapai atau melaksanakan tugas tertentu secara lebih adaptif dan fleksibel.

Dalam perkembangannya, apabila mengikuti definisi dari wikipedia, maka search engine apapun baik itu search di e-commerce seperti tokopedia atau google versi jadul sekalipun, termasuk ke dalamnya. Sistem search yang diatur sehingga hasil pencarian kata kunci dapat masuk akal dan sesuai. Berbeda dengan opini kedua, search pada e-commerce tidak masuk karena tak mampu menafsirkan atau adaptif maupun fleksibel terhadap data eksternal berupa keyword. Namun google yang sekarang telah masuk pada opini kedua, karena teknologi rank brain, yang mampu belajar dari pola pencarian pengguna lalu menafsirkan sekaligus mempunyai sifat adaptif dan fleksibel. Adaptif dan fleksibel di sini maksudnya adalah, rank brain mampu memprediksi apa yang dimaksud oleh pengguna.

Prediksi tersebut kami contohkan sebagai berikut. Seseorang bermaksud mencari mouse nirkabel tapi dia tidak tau bahwa ada 2 jenis, yang menggunakan dongle dan yang menggunakan bluetooth. Dalam kotak pencarian pengguna memasukkan kata kunci “mouse wireless”, nah rank brain memprediksi bahwa pengguna sedang mencari mouse nir kabel. Maka di hasil pencarian mencantumkan sumber-sumber bluetooth mouse, meskipun website tersebut tidak ada kata wireless.

Kecerdasan buatan menurut kedua definisi tersebut memang bisa digunakan, namun untuk saat ini definisi ke dua hanya bisa dicapai oleh rank brain. Yang lainnya seperti tanya veronika asisten virtual masih sebatas pengertian pertama tentang intelegensi artifisial. Karena pada dasarnya menggunakan chatbot yang tidak dapat dikenali bahwa dia chatbot, beda dengan chatbot yang auto reply.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *